oleh

Kaum Perempuan Jadi Kelompok Kaum Rentan Terdampak Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap penurunan kualitas hidup, khususnya kaum rentan. Survei internal Yayasan Care Peduli (YCP) menunjukkan, kaum perempuan menjadi kelompok kaum rentan yang paling mengalami dampak negatif pandemi Covid-19.

Bonaria Siahaan, CEO Yayasan Care Peduli menyatakan memasuki tahun kedua pandemi, kerja kemanusiaan YCP justru terus bertambah.

“Gelombang demi gelombang Covid-19 mengadang, sementara bencana alam dan risiko perubahan iklim terhadap kemiskinan dan ketahanan hidup tetap berdatangan. Secara umum, perempuan bernasib lebih buruk daripada laki-laki karena beban tanggung jawab yang meningkat dan berlipat ketika ada pembatasan mobilitas dan kebijakan tinggal di rumah (stay at home) diberlakukan,” tutur Bonaria dalam siaran pers, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga  BPS Provinsi Gorontalo Catat Nilai Tukar Petani Naik 0,02 Persen

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas beban school from home atau sekolah daring jatuh pada perempuan. Temuan Yayasan Care Peduli, tanggung jawab tambahan dalam mengawasi studi anak-anak di rumah sangat berat bagi perempuan pedesaan atau daerah perkotaan yang miskin, dikarenakan tingkat pendidikan rendah. Kondisi ini pun menimbulkan berbagai masalah baru di dalam keluarga, termasuk tindak kekerasan pada perempuan.

“Beban berlipat juga dialami perempuan hamil karena keterbatasan akses pada layanan kesehatan serta berkurangnya kapasitas rawat inap rumah sakit. Secara mental dan emosional, perempuan hamil dari kelompok rentan dan marjinal seringkali dipenuhi kekhawatiran akan keselamatan janin dan dirinya, apalagi dengan keterbatasan akses informasi yang benar tentang Covid-19 dan keuangan yang semakin menipis. Untuk itulah, setiap program kemanusiaan yang kami jalankan, kami memulainya dengan Rapid Gender Assessment (RGA), ” papar Bonaria.

Baca Juga  Kick Off HKSN 2024 Dimulai di Desa Talaga: Kolaborasi Mensos Saifullah Yusuf, Mendes Yandri, dan SMSI Pusat

Memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia pada 19 Agustus, YCP mengajak semua pihak sebagai warga negara untuk mengambil peran penting. Pertama, wajib melaksanakan protokol kesehatan ketat untuk menghindari penularan baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain, sehingga dapat menghindarkan terjadinya lonjakan kasus. Kedua, kita perlu lebih peka dan dapat membantu orang terdekat yang memerlukan, baik itu anggota keluarga maupun tetangga di lingkungan sekitar.

Baca Juga  DPR Nilai Tepat Strategi KSAD Soal Penanganan Konflik Papua

Ketiga, kita dapat melawan misinformasi dengan membantu memberikan informasi yang benar dan edukasi kepada masyarakat soal pandemi. Keempat, kita bisa memilih berdonasi baik secara langsung kepada yang membutuhkan atau melalui lembaga-lembaga sosial dan kemanusiaan. (*/cr2)

Sumber: banten.siberindo.co

News Feed